0852-9266-3693

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

07 Agustus 2014

Kupas tuntas : Upacara Adat Bersih Dusun Sebagai Tradisi Turun Temurun (Dulu Sesaji, judi, syirik, kini bergeser menjadi perlombaan dan Hiburan)



Budaya adalah bagian dari sebuah masyararakat. Masyarakat yang tinggal di daerah tertentu pasti mempunyai budaya atau tradisi yang di yakini dan dipegang. Budaya dan tradisi itu biasanya dipercaya turun temurun oleh suatu masyarakat yang tinggal di dalamnya. Tradisi diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya dengan harapan anak-anaknya mewarisi atau melakukan tradisi yang sama. Sama halnya dengan upacara bersih desa atau yang dikenal dengan istilah Rasulan. 
Bersih desa atau rasulan ini adalah sebuah upacara atau rangkaian proses sebagai perwujudan syukur atas hasil panen yang melimpah. Upacara ini juga tidak jelas apa latar belakang dan darimana datangnya namun sampai saat ini masih di lakukan oleh warga di beberapa daerah seperti di Paranggupito. 

Upacara ini terus dilakukan satu tahun sekali agar hasil panen tahun depan terus meningkat dan para warganya terhindar dari malapetaka. Dengan upacara kita menemukan nilai-nilai masyarakat yang tak dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari, upacara senantiasa mengingatkan manusia tentang eksistensi mereka dan hubungan mereka dengan lingkungan, hubungan masyarakat dengan masyarakat, karena melalui upacara warga masyarakat dibiasakan untuk menggunakan simbol-simbol yang bersifat abstrak yang berada pada tingkat pemikiran di berbagai kegiatan sosial. ( Soetarno, 2002 )

Di dalamnya selain terdapat ucapan syukur tetapi juga terdapat interksi sosial antara warga desa dengan yang lainnya, interaksi antara manusia dengan Tuhannya dan juga ada interaksi manusia dengan dunia lain yang hidup berdampingan dengan manusia seperti roh dan para arwah leluhur. Bersih desa ini memiliki makna yang luas bagi masyarakat yang mempercayai dan yang mempunyai tradisi ini.

Bersih Dusun atau Rasulan adalah sebuah ritual dalam masyarakat kita. Bersih Desa merupakan warisan dari nilai-nilai luhur lama budaya yang menunjukkan bahwa manusia jadi satu dengan alam. Ritual ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap alam yang menghidupi mereka.
Acara ritual Bersih Desa ini biasanya berlangsung satu kali dalam setahun. Acara ini dibagi dalam serangkaian acara. Hari pertama biasanya dikhususkan untuk ritual sesaji dan persiapan-persiapan segala hal untuk hari berikutnya. Sesaji ditaruh di titik yang meliputi pusat-pusat desa, tempat-tempat keramat, tempat-tempat yang berkaitan dengan air (sumur, sungai, mata air), batas-batas desa (utara, selatan, timur, barat), setiap perempatan, dan setiap pertigaan di wilayah tersebut. Hal itu jika dipandang dari kacamata islam jelas suatu hal yang bertentangan dan dilarang oleh agama, karena berbagai ritual dilakukan sebagai acara pendukung acara rasulan tersebut.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, dan perubahan jaman. Sedikit demi sedikit ritual-ritual yang berbau kemusyrikan itu kini semakin hilang, yang dulu penuh dengan kemsyurikan acara bersih dusun atau rasulan kini berganti menjadi sebuah kegiatan yang positif, seperti barbagai macam perlombaan seperti bola voly, dan hiburan seperti wayang kulit dan lain sebagainya. 

Ini merupakan salah satu tradisi warisan leluhur yang masih terus dilakukan sampai saat ini. Upacara bersih desa ini merupakan perwujudan terimakasih atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan dengan diberikan panen yang melimpah pada warga desa setempat. Kegiatan ini juga tidak sedikit yang menjadikan pro dan kontra, ada yang setuju ada yang sebaliknya. Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Budaya memang harus dilestarikan, namu jangan sampai menyimpang pada akidah dan keyakinan kita kepada sang khalik, Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?