0852-9266-3693

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

17 September 2014

Berkat Sumber Banyu Towo, Warga Takkan Kekurangan Air Bersih

Paranggupito – Tahun ini, warga Desa Paranggupito, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri tidak akan kekurangan air bersih lagi. Mereka tidak akan lagi membeli air melalui tangki-tangki. Juga takkan bergantung pada droping air bersih dari pihak Pemkab atau juga dari para dermawan.
 
Pasalnya, saat ini warga Desa Paranggupito telah mempunyai sumber air bersih sendiri. Walaupun debit airnya belum maksimal namun sudah dapat mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.
Sumber Air Banyu Towo, sungai bawah tanah itulah yang saat ini dimanfaatkan warga. Berkat bantuan dari donatur, warga Desa Paranggupito mampu mengebor dengan kedalaman 61 meter tembus dengan aliran sungai bawah tanah, yakni sumber Banyu Towo. Selain itu, mereka mampu membuat instalasi jaringan ledheng. Dengan dua pompa bertenaga listrik dialirkan di tiga kolam penampungan. Dua kolam penampungan berada di atas bukit dan satu kolam penampungan di bawah bukit.

Sementara itu, sistem pengelolaannya menyerupai sistem PDAM dan dikelola dengan model koperasi yang sudah berbadan hukum. Dengan debit 14 liter/detik air dari Sumber Banyu Towo mampu mencukupi kebutuhan 100 kepala keluarga. Proses pengeboran hingga pembuatan jaringan ledheng itu menelan biaya hampir Rp 800 juta. “Semua biaya itu dari donatur, sementara sumber air itu kami peruntukkan untuk Desa Paranggupito dulu. Target kami dari sumber itu mampu mensuplai kebutuhan tiga kecamatan, yakni Paranggupito, Giritontro dan Pracimantoro,” ungkap Badan Pengawas Koperasi Sumber Banyu Towo, Anding Sukiman

 Ditambahkan, untuk memenuhi kebutuhan hidup warga di tiga kecamatan itu, pihaknya berencana mengebor sumber Banyu Towo di lokasi berbeda. Anding juga mengatakan, sumber air Banyu Towo diprediksi mampu menyukupi kebutuhan tiga kecamatan lantaran beberapa waktu lalu debit air sungai bawah tanah yang bermuara di laut selatan itu diukur oleh dinas terkait debit air nya mencapai 900 liter perdetiknya.
 “Target kami memang tiga kecamatan, tapi itu akan bertahap. Kita juga melibatkan sejumlah donatur dan juga perkumpulan Angkatan Muda Wonogiri. Dan dana itu murni dari donatur, bukan dari pemerintah,” tambahnya.

Dia berharap dengan berdirinya Koperasi Sumber Banyu Towo ini, pada musim kemarau nanti di saat krisis air warga tidak lagi membeli air dari tangki-tangki air. Rencananya, dalam minggu-minggu ini Koperasi Sumber Banyu Towo bakal dilaunching.
Anding Sukiman juga menyanggah apa yang sudah diutarakan Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Muhammad Ainur Ridho, di media massa. Menurut Ridho pemanfaatan sumber air di Paranggupito membutuhkan biaya sebesar Rp 7,5 miliar dan hal itu sudah diusulkan di BNPB Pusat dan Provinsi.
“Menurut saya, biaya itu terlalu besar, dan menurut estimasi saya tidak sampai Rp 7,5 miliar sudah bisa maksimal,” imbuhnya.

Post By; Wartawan Paranggupito

Tidak ada komentar:
Write komentar

Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?