0852-9266-3693

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

09 Januari 2015

BATU LANDAK BERNILAI TINGGI

BERDASARKAN referensi dari dunia maya yang dihimpun, batu landak ternyata lebih populer dengan sebutan "geliga landak". Ia berwujud batu langka yang ditemukan di dalam perut landak, mamalia yang hidup di hutan.
Hewan pengerat yang kulitnya berduri tajam ini memiliki vitalitas yang kuat, sering sakit, tapi cepat sembuh. Ketika hewan herbivora ini terluka atau sakit, instingnya akan mengarahkannya untuk mencari tumbuhan dan akar-akaran yang berkhasiat menyembuhkan dirinya. Misalnya, batang sambiloto dan akar-akaran pahit yang memiliki khasiat medis tinggi (memiliki efek detoksifikasi dari fungsi antibodi kekebalan tubuh).
Saat tumbuhan jenis herbal itu ia cerna, maka menghasilkan antibodi untuk menetralisir toksin atau racun dalam tubuh landak yang memungkinkan untuk menyembuhkan lukanya dengan cepat.
Pada saat landak mengonsumsi "ramuan alami" itu dalam waktu lama, maka terbentuk kristal "batu" di dalam tubuhnya. Sedimen yang mengeras bagai batu inilah yang dikenal dengan istilah geliga landak.
Namun, tidak semua landak menghasilkan geliga. Selain itu, seekor landak hanya dapat menghasilkan satu batu landak sepanjang usianya, sehingga sangat jarang orang bisa mendapatkannya. Ini pula yang membuat harganya mahal karena terbilang barang langka.
Geliga yang berada lebih lama di tubuh landak akan memiliki ukuran besar, sifat obat, dan kualitas yang lebih baik. Masing-masing geliga itu memiliki tekstur, warna sendiri, bentuk, ukuran, nilai medis, dan kualitas yang berbeda. Inilah sebabnya mengapa batu landak begitu berharga. Geliga dijual per gram atau per butir dengan harga jutaan rupiah. Rata-rata batu landak yang ditemukan warga berkisar antara 70-300 gram. Untuk batu berkualitas super dihargai antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per gram. Sedangkan kualitas sedang berkisar Rp 600 ribu-Rp 900 ribu. Sementara harga binatang ini sendiri cukup bervariasi. Mulai dari Rp 750 ribu hingga mencapai Rp 2,5 juta per ekornya.
Endapan protein dan enzim dalam geliga landak yang berfungsi sebagai biokatalisator, penetralisir, dan antibodi yang membentuk kekebalan organ tubuh. Enzim yang dimaksud bekerja sebagai shelter dan sebagai penyaring semua unsur yang masuk dalam pencernaan, pernapasan, dan penyerapan yang mendukung metabolisme tubuh.
Semua unsur yang mengancam kesehatan metabolisme tubuh akan diikat oleh enzim tersebut dan diubah menjadi protein yang sesuai metabolisme tubuh yang normal.
Dalam tradisi, geliga landak telah digunakan sebagai obat oleh suku-suku bukit di Cina Selatan dan Asia Tenggara. Golden Cina medis telah mencatat penggunaan geliga landak sebagai antiradang, antioksidan, antibodi alami, booster imunisasi, dan detoksifikasi tubuh.
Masyarakat Cina, Malaysia banyak menggunakan geliga landak sebagai obat alternatif untuk pengobatan kanker, demam berdarah, meningitis, herpes, infeksi tenggorokan, pneumonia, dan lain-lain.
Geliga landak juga termasuk obat yang dapat menyembuhkan, leukemia atau kanker darah, kanker payudara, tumor otak, empedu, ginjal, kanker payudara, lever, ganguan sistem saraf dan metabolisme, serta flu tulang. Juga efektif untuk penyakit kulit, pengerasan pembuluh koroner, mengatasi nyeri ulu hati, lambung, epilepsi, hepatitis, dan berbagai penyakit lainnya.

sumber: m.tribunnews.com

Tidak ada komentar:
Write komentar

Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?