0852-9266-3693

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

20 Januari 2015

JOKOWI HARUS KONSISTEN HUKUM MATI WN AUTRALIA

Jakarta - Presiden Jokowi diminta tidak
terpengaruh dengan surat yang dilayangkan Perdana
Menteri Australia Tony Abbot untuk membatalkan hukuman
mati terhadap dua warga Australia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani
mengatakan, meski Australia mencoba untuk melindungi
warganya, namun pemerintah harus konsisten terhadap
hukum yang telah inkracht (berkekuatan hukum tetap).
"Sudah sewajarnya pemerintah melindungi warganya. Saya
kira Jokowi harus konsisten dalam penegakan hukum dan
pemberantasan narkoba karena ini bagus untuk
pemberantasan dan efek jeranya sangat bagus," kata
Muzani di Jakarta, Senin (19/1/2015).
Menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk
menegakkan kedaulatan hukum yang berlaku di tanah air,
baik kepada warga negara Indonesia maupun warga
negara asing.
"Siapapun yang melanggar UU apalagi narkoba yang luar
biasa saya kira harus ditegakkan. Hukuman mati adalah
terberat bagi WNI atau WNA, pemerintah harus tegas," ujar
Muzani.
Diketahui, Perdana Menteri Australia Tony Abbot telah
mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi terkait
permintaannya agar dua warganya diselamatkan dari
ancaman hukuman mati karena terlibat kasus narkoba
dalam kelompok 'Bali Nine'.
"Perdana Menteri telah berkirim surat kepada Presiden
(Joko) Widodo," kata Menteri Luar Negeri Australia, Julia
Bishop seperti diberitakan AFP.
Dua warga negara Australia yang menunggu hukuman mati
itu adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.
Permohonan grasi Myuran Sukumaran telah ditolak oleh
Presiden Jokowi pada Desember lalu. Sementara Andrew
Chan menunggu hasil permohonan grasinya.
Pada 17 April 2005, 9 warna negara Australia ditangkap di
Bali karena berusaha menyelundupkan heroin seberat 8,2
kilogram dari Australia. Mereka adalah Andrew Chan,
Myuran Sukumaran, Si Yi Chen, Michael Czugaj, Renae
Lawrence, Tach Duc Thanh Nguyen, Matthew Norman,
Scott Rush dan Martin Stephens.

sumber: inilah.com

Tidak ada komentar:
Write komentar

Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?