0852-9266-3693

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

10 Januari 2015

PROYEK DI WONOGIRI AMBURADUL DAN SALAHI BESTEK

Wonogiri – Sejumlah proyek pembangunan di
Wonogiri disidak (inspeksi mendadak) Komisi III
DPRD Wonogiri. Hasilnya, di beberapa kecamatan
Komisi III menemukan proyek amburadul serta
menyalahi bestek. Bahkan, ada satu ruas jalan di
Girimarto baru tiga bulan diaspal sudah
mengelupas. Komisi III pun memerintahkan untuk
mengaspal ulang.
“Sejak beberapa hari lalu, kami di Komisi III
memang tengah melakukan kegiatan inspeksi di
puluhan proyek yang dibiayai APBD 2014. Minggu
depan kami juga sudah mengagendakan kegiatan
serupa. Mumpung saat ini baru penyerahan tahap
pertama, masih dalam masa perawatan oleh
rekanan. Jadi, temuan-temuan yang kami dapat
langsung kami minta dibenahi,” kata Ketua Komisi
III DPRD Wonogiri, Bambang Sadriyanto, Jumat
(9/1).
Dikatakan, dari sekian kecamatan sudah disidak, di
antaranya Karangtengah, Batuwarno, Ngadirojo dan
Girimarto. Di setiap kecamatan, Komisi III selalu
menemukan ketidaksempurnaan pekerjaan rekanan
penyedia jasa.
Selain itu, ada pula temuan menunjukkan tidak
optimalnya fungsi perencanaan di pemerintah.
Bahkan, ada kesan perencanaan beberapa proyek
disusun asal tanpa menjadikan kondisi geografis
sebagai acuan.
Dia menyebut seperti di Karangtengah misalnya,
Komisi III menemukan pembangunan sebuah
jembatan justru menambah tinggi tanjakan,
sehingga menyulitkan pengguna jalan. Padahal, jika
disusun secara cermat dengan mengindahkan
kondisi geografis, jembatan itu tak menambah
tinggi tanjakan.
“Kalau dari sisi pengerjaan oleh rekanan, proyeknya
bagus. Ya lumayanlah, tapi jembatan itu malah
menambah tinggi tanjakan. Justru harus membuat
pengguna jalan ekstra hati-hati karena di atas
langsung menikung. Ini kan bukti bahwa
perencanaan dari pemerintah tidak matang.
Mestinya, perencanaan mengacu pada kondisi
geografis agar hasilnya lebih optimal,” tambah
Bambang Sadriyanto.
Sedang untuk temuan berupa pengelupasan lapisan
aspal usianya baru tiga bulan di Girimarto, Bambang
mengatakan, ada indikasi hal itu terjadi karena
kesalahan bersama antara rekanan dan pemerintah.
Pemerintah terlalu lambat melaksanakan kegiatan,
sehingga saat pelaksanaan sudah memasuki musim
hujan. Sedangkan rekanan kurang maksimal dalam
pelaksanaan pelapisan jalan.
Pihaknya pun meminta DPU untuk lebih
meningkatan pengawasan, bahkan juga
diinstruksikan untuk mengubah pola perencanaan.
Menurut Bambang Sadriyanto, 80 persen proyek
disidak hasilnya bagus, sedang 20 persen sisanya
buruk dan didominasi rekanan nakal.

sumber: timlo.net

Tidak ada komentar:
Write komentar

Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?