0852-9266-3693

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

21 Agustus 2015

10 HAL BURUK YANG DIREMEHKAN DALAM IBADAH JUMAT

Meninggalkan shalat Jum’at adalah dosa besar. Tulisan ini hanya merekam fenomena di masyarakat terkait kesalahan atau kekurangan sebagian masyarakat kita dalam shalat Jum’at yang perlu diperbaiki.

(1). Terlambat ke masjid.

Sebagian masyarakat kita mengerjakan shalat Jum’at, namun terlambat datang ke masjid. Tidak sedikit yang tiba di masjid setelah khatib naik mimbar.

Padahal Allah memerintahkan agar umat Islam bersegera ke masjid pada hari Jum’at sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Jumu’ah ayat 9.

Rasulullah saw menjelaskan dalam haditsnya bahwa ketika khatib Jum’at telah naik mimbar, malaikat yang mencatat jamaah shalat Jum’at dan menuliskan keutamaan bagi mereka, menutup kitabnya saat khatib telah naik mimbar demi mendengarkan khutbah Jum’at.

(2). Tidak mandi Jum’at

Mandi Jum’at adalah salah satu sunnah sebelum shalat Jum’at.

Fenomena yang terjadi, banyak yang meninggalkan sunnah ini. Sebagian karena alasan bekerja sehingga tidak sempat mandi.

Padahal, bisa disiasati setidaknya dengan mandi sebelum berangkat kerja. Tentu bukan mandi biasa melainkan mandi besar dengan niat sunnah hari Jum’at.

(3). Tidak memakai minyak wangi.

Ini juga fenomena umum. Meskipun tidak berdosa, tetapi kurang utama. Sebab ini kesunahannya; memakai minyak wangi. Yang lebih parah, sudah tidak mandi, tidak pakai minyak wangi, bau keringat dan tidak sedap pula. Mengganggu jama’ah lainnya, kan.

(4). Tidak mengambil shaf terdepan.

Entah mengapa, banyak orang menghindari posisi depan. Ada pertemuan atau taklim, pilih di belakang. Shalat Jum;at juga demikian. Meskipun shaf terdepan masih ada yang kosong, sebagian orang memilih di shaf belakang. Bahkan ada juga yang begitu datang langsung memilih posisi di teras.

(5). Tidak membaca do'a ketika masuk masjid.

Tidak sedikit orang yang asal masuk masjid. Tanpa berdoa. Apalagi yang memang datangnya terlambat, ia buru-buru sehingga banyak adab masuk masjid yang terabaikan.

(6). Tidak shalat sunnah tahiyatal masjid

Salah satu sunnah masuk masjid adalah shalat tahiyatul masjid dua raka’at sebelum duduk. Meskipun sunnah, Rasulullah memerintahkan seseorang yang datang terlambat shalat Jum’at untuk shalat terlebih dahulu.

Meskipun mendengarkan khutbah hukumnya wajib, ternyata shalat sunnah ini diprioritaskan Rasulullah sebelum orang itu duduk.

(7). Tidur saat khutbah.

Fenomena ini banyak terjadi. Hampir merata di masjid-masjid. Bukannya khusyu’ mendengarkan khutbah, sebagian jama’ah justru tidur atau tertidur saat khatib berkhutbah. Alhasil, ia kehilangan esensi shalat Jum’at.

(8). Tidak berdoa antara dua khutbah.

Ketika khatib duduk di antara dua khutbah, waktu itu adalah waktu mustajab untuk berdoa. Sayangnya, banyak orang melewatkannya begitu saja.

Fenomena ini juga terkait dengan fenomena sebelumnya, karena tidur, tak mungkinlah ia berdoa.

(9)..Khutbah terlalu lama.

Jika delapan fenomena sebelumnya banyak dialami jama’ah, fenomena kesembilan ini perlu menjadi perhatian para khatib. Sebagian khatib khutbahnya terlalu lama. Karena terlalu lama, jamaah yang mengantuk mendapatkan kesempatan banyak untuk tidur.

Rasulullah saw mencontohkan, khutbah beliau singkat dan shalatnya agak lama. Khutbah beliau juga lantang seperti komandan perang memberikan instruksi pada pasukan.

(10). Salam dan langsung pulang.

Sudah datangnya terlambat, pulangnya paling cepat.

Fenomena itu masih ada, meskipun tidak banyak. Begitu salam langsung pulang. Tanpa berdoa, tanpa shalat sunnah. Di rumah pun, juga tidak shalat sunnah.

Semoga 10 fenomena tersebut bisa kita perbaiki bersama.

Jika pada Jum’at pekan ini masih kita alami, semoga di Jum’at-Jum’at berikutnya bisa kita hindari.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?