0852-9266-3693

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

01 Maret 2016

Hadi Santoso: Bina Marga Jateng Harus Prioritaskan Saluran Air Jalan Propinsi

SEMARANG – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah meminta Dinas Bina Marga Provinsi untuk segera memprioritaskan perbaikan selokan di sepanjang jalan Provinsi.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, H. Hadi Santoso, ST, MT menyampaikan bahwa saat ini, aduan masyarakat  terkait jalan berlubang bukan semakin kecil, namun semakin banyak dan merata. “Masalah pokoknya adalah tingginya curah hujan, namun kalau air hujan segera bisa lari ke selokan, pasti masalahnya berkurang,” katanya di sela pelaksanaan reses DPRD Jateng, Selasa (1/3/2016).

Hadi mencontohkan bahwa saat ini banyak ruas jalan yang berlubang akibat aliran air yang tidak pada tempatnya. Jalan tersebut diantaranya adalah ruas jalan sepanjang Gemolong-Kalijambe di Kabupaten Sragen, kemudian di Kebakramat Kabupaten Karanganyar, dan depan kompleks keramik di Klampok, jalan Banjarnegara-Purbalingga.

“Selain itu di kampung saya, adalah ruas Ngadirojo-Biting, Nngadirojo-Giriwoyo, Pracimantoro-wuryantoro Wonogiri, dan masih banyak lagi daerah yg mengeluh jalan berlubang yang mengakibatkan kecelakaan, untuk jangka pendek bisa dilakukan penambalan, segera, namun harus ada perbaikan selokan secara permanen,” kata legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini.

Menurut legislator dari daerah yang mewakili Wonogiri, Karanganyar, Sragen ini menyampaikan bahwa terkait penambalan harusnya tidak ada kendala Anggaran, karena tahun ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 355 milyar untuk menangani total jalan Provinsi sepanjang 2.032.633 Km. “Mungkin kendala SDM, namun prioritas yang berpotensi kecelakaan harus segera dilakukan,” tandasnya.

Rencananya, pada tahun ini, ada anggaran sebesar Rp 61,372 milyar untuk peningkatan sarana prasarana kebina margaan yang didalamnya ada untuk selokan. “Harus ada kebijakan progresif karena baru sekitarnya 17 persen jalan provinsi yang ada salurannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hadi menekankan bahwa memang tidak semua jalan harus ada selokan, namun didaerah yang faktor rusak air terhadap konstruksi jalan tinggi wajib ada selokan. “Jangan seolah memang dibiarkan, kerusakan berulang dan di daerah yang sama, bahkan ada ruas yang akhir tahun dipelihara, awal tahun lubang lagi, ini namanya tidak serius,” tutupnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, ada sepanjang 2.565.621 km  jalan di Provinsi Jateng. Dari total jalan tersebut, sejumlah ruas di Jateng mengalami kerusakan.

Salah satunya adalah bagian selatan mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan di wilayah itu.  Dari pantauan di sepanjang jalur Purwokerto hingga Cilacap, jalan berlubang ditemukan di ruas Purwokerto-Rawalo yang merupakan ruas jalan provinsi, yakni di Kedungrandu, Notog, dan Tambaknegara (sekitar Bendung Gerak Serayu).

Bahkan, kerusakan atau jalan berlubang di sekitar Bendung Gerak Serayu terlihat cukup parah karena tidak hanya di pinggiran tetapi juga bagian tengah ruas jalan sehingga menyulitkan pengendara sepeda motor.

Sementara di Notog banyak terdapat genangan air meskipun sebagian jalan yang berlubang telah ditambal. Selain di ruas jalan Purwokerto-Rawalo, lubang juga banyak ditemui di ruas jalan nasional antara Rawalo dan Wangon yang merupakan bagian dari jalur selatan Jateng.

sumber: hadisantoso.com

Tidak ada komentar:
Write komentar

Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?